Kondisi Perekonomian Indonesia, Ditengah Wabah Covid

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai, kebijakan yang tidak sinkron di berbagai daerah membuat masyarakat bingung dengan situasi tersebut. Dengan sumber komando yang berbeda, hal ini menimbulkan ketidakefisienan dalam pelaksanaan regulasi. “Pemerintah menyadari antisipasi dampak penyebaran virus Covid-19 ini merupakan tanggung jawab kita bersama yang memerlukan sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha terkait bapok, maupun masyarakat. Untuk itu, pemerintah mengajak masyarakat tetap tenang, tidak perlu belanja berlebihan, dan selalu menjaga kesehatan,” jelas Mendag.

“Penopang pertumbuhan ekonomi cenderung rendah, dilihat dari rendahnya konsumsi rumah tangga. Dimana konsumsi rumah tangga yang menjadi tumpuan 60 persen bagian dari PDB”, jelasnya. “Sekarang orang kalo punya uang cenderung akan dia tabung,” pungkasnya. Pasca lockdown pandemi virus corona, mereka diizinkan pulang ke negara asal mulai Jumat . Pemerintah Selandia Baru umumkan pemulangan wisatawan dengan aman dan tertib. Sebelumnya, Selandia Baru menghentikan penerbangan penjemputan oleh pemerintah asing.

Jika Anda mengalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan, secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis. Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap.

JAKARTA, KOMPAS — Penambahan kasus Covid-19 yang melonjak, rumah sakit yang penuh, serta banyaknya pasien yang tidak tertangani menandakan kondisi penularan Covid-19 saat ini sudah tidak terkendali. Karena itu, langkah radikal dinilai perlu segera dilakukan, terutama dalam membatasi pergerakan masyarakat. Pada bagian ini, peserta akan mempelajari prinsip tatalaksana pasien yang belum terkonfirmasi COVID-19 dan pasien yang sudah terkonfirmasi COVID-19. Tata laksana COVID-19 meliputi berbagai metode terapi farmakologis dan non-farmakologis yang diterapkan setelah prognosis ditegakkan. Karantina dan isolasi wajib dilakukan oleh setiap orang yang diduga atau terkonfirmasi COVID-19, baik dilakukan di fasilitas kesehatan maupun di lingkungan tempat tinggal secara mandiri.

Buktinya, peraturan baru tersebut gagal menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat umum. Pemberitaan terkini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan perintah pemerintah daerah untuk menghalangi penularan penyakit virus corona pada tahun 2019. Menyikapi hal itu, konsekuensi yang berat harus diberlakukan untuk membatasi tindakan terpidana. Penyedia transportasi yang mengaku bersalah secara diam-diam mengangkut penumpang yang tidak memenuhi syarat juga harus dikenai sanksi karena tidak mematuhi aturan.

KOndisi Covif di Indonesia

WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung lebih efektif melindungi diri Anda. Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat. efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Apalagi kenyataannya, kita sudah terlanjur lambat dalam merespon pandemi ini. Tidak lama setelah ditetapkannya status Bencana Nasional, Presiden Joko Widodo bahkan sempat melontarkan wacana “Darurat Sipil” yang mengarah pada bentuk pemerintahan darurat bernuansa militeristik. Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, bahkan sudah menggunakan lagi seragam militernya dalam menyampaikan pesan-pesan terkait penanganan virus ini, yang secara simbolis menguatkan kesan perang itu. Ekosistem politik saat pandemi ditandai dengan peran pemerintahan yang diperkuat guna menangani krisis.

Anda dapat mendukung mereka dengan mencari tahu kebutuhan-kebutahan mereka dan membantu sejauh yang Anda bisa. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia pada hari ini bertambah fifty nine orang. Penyebaran ini didukung dengan kemudahan sarana transportasi sehingga orang dapat dengan mudah bepergian jauh. Sehingga langkah tepat untuk menghentikan penyebaran virus corona adalah dengan physical distancing.

Dan para petani menginginkan untuk diadakan pos-pos penanganan virus corona di setiap desa-desa yang mereka tempati. Selain itu, pemerintah juga memiliki hak untuk menggunakan segenap sumber daya yang ada untuk dapat membawa negara keluar dari kondisi krisis. Ini memungkinkan negara mengeluarkan pengaturan yang bersifat khas demi pemanfaatan sumber daya semaksimal mungkin. Di negara kita bahkan dimungkinkan adanya sebuah pelaksanaan kebijakan terkait pandemi tanpa perlu adanya pengawasan, sejauh itu didasarkan pada “itikad baik” untuk penyelesaian masalah COVID-19.